Minggu, 24 Maret 2013

TEORI KESEIMBANGAN


TEORI KESEIMBANGAN (HEIDER)

Teori ini berawal dari asumsi bahwa individu sebagai bagian dari kelompok, cenderung menjalin hubungan komunikasi terbuka antar individu-individu di dalam suatu kelompok. 

Ruang lingkup teori keseimbangan dari Heider ialah mengenai hubungan-hubungan antar pribadi. Teori ini menerangkan bahwa individu-individu sebagai bagian dari struktur social, cenderung menjalin hubungan dengan orang lain didalam suatu kelompok. Tentunya cara individu-individu pada suatu kelompok dapat berhubungan dengan baik ialah dengan menjalin komunikasi secara terbuka. Akan tetapi, teori Heider tidak mencakup komunikasi terbuka seperti ini. Teori Heider memusatkan perhatiannya pada hubungan intra-pribadi yang berfungsi sebagai daya tarik. Daya tarik menurut Heider adalah semua keadaan kognitif yang berhubungan dengan perasaan suka atau tidak suka terhadap individu-individu dam objek-objek lain. Teori Heider berkepentingan secara khusus dengan apa yang diartikan sebagai komunikasi intra-pribadi, yaitu sangat menaruh perhatian pada keadaan-keadaan intra-pribadi yang mungkin mempengaruhi pola-pola hubungan dalam suatu kelompok

Heider (dalam Fishbein, 1975) memiliki perhatian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi sebab akibat dari atribusi terhadap individu. Heider mengutarakan bahwa keseimbangan akan muncul jika sikap terhadap bagian dari unit yang saling berhubungan adalah mirip. Keseimbangan akan muncul jika dua entitas atau unit memiliki karakter dinamis yang sama. Misalkan terdapat entitas terdiri dari unit A dan B (A dan B saling berhubungan) dimana individu tertarik dengan unit A dan unit B. Pada kondisi ini  maka terjadi keseimbangan individu tertahap entitas (A dan B). Sebaliknya individu tidak tertarik dengan unit A dan B maka juga akan terjadi keseimbangan. Ketidakseimbangan akan muncul jika individu tertarik dengan unit A tapi tidak tertarik dengan unit B atau sebaliknya. Keseimbangan juga akan muncul jika entitas A dan B tidak saling berhubungan dimana individu tertarik atau tidak tertarik terhadap salah satu unitnya.

Teori Heider menggunakan symbol “L” untuk menandakan hubungan skala. “L” (like)  dapat berarti beragam perasaan positif yang dimiliki seseorang kepada orang lain atau terhadap suatu objek tertentu. Sedangkan symbol “L_” (lawan dari symbol “L”) menyatakan perasaan negative seperti rasa benci, tidak suka atau tidak setuju. Simbol “U” berarti hubungan pembentuk unit (unit forming relationship) dan merupakan persamaan arti “berkaitan dengan”, “kepunyaan”, “memiliki” serta ungkapan-ungkapan lain yang hamper serupa. Kebalikan dari symbol “U_” Dan 3 simbol penting lain dari Teori Heiden ialah “P” menunjukan orang (person), “o” yang berarti orang lain/kelompok lain dan “X” yang berarti benda

CONTOH KESEIMBANGAN

PIa suka  silat dan tidak suka berantem , namun Aci suka berantem dan tidak suka silat. Mereka berdua bersahabat , dan saling berbagi. Mereka berdua tidak ingin bertengkar satu sama lain. Jika salah satu dari mereka tidak merubah sikapnya , maka akan timbul tidak keseimbangan diantara mereka.

http://yogahasbi.blogspot.com/2012/03/teori-keseimbangan-heider.html
http://psikometrika.com/sikap/
http://nandadayetra.blogspot.com/2012/03/teori-keseimbangan-dari-heider.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar